Rabu, 06 Maret 2013

Cerita dari Perempatan Jalan

ilustrasi dari fotografer.net
Sinar matahari terasa ganas siang itu. Hilir mudik kendaraan kian menambah panasnya hari itu. Namun terlihat sosok yang memalingkan perhatianku. Dibawah terik matahari di sebuah perempatan itu. Rupanya ada yang lebih keras dari sinar matahari siang itu. Sebuah usaha, usaha yang sangat keras. Usaha untuk bertahan hidup ditengah kerasnya kehidupan kota.

Entah sudah berapa jam ia duduk disana, menabuh benda yang nyaring itu untuk memandu si monyet menari dan beratraksi di depan orang-orang yang menahan kepanasan menunggu lampu hijau menyala. Dan entah berapa hasil yang didapat hari itu. Sesekali sang pawang berkeliling menyodorkan sebuah wadah mengharap ada orang-orang yang memasukkan koin sukur uang kertas di dalamnya.

Lampu lalu lintas berganti-ganti menyala, kendaraan berganti-ganti lewat, dan semakin besar harapan terkumpul rupiah hari itu. Walau hanya bebrapa detik melihat perjuangannya, namun kalau kita lihat dari sisi yang berbeda, ada banyak pelajaran yang berharga yang bisa kita dapat. Bahwa disekitar kita masih banyak fenomena yang sedikit atau mungkin memang menyesakkan dada. Namun inilah realita. Karena memang dunia ini penuh dengan cerita, hanya bagaimana kita melihat dan memaknai cerita itu, dan tentunya dengan demikian akan tersadar kita bahwa kita saling bersaudara. Walau realita kadang bukan hal yang kita suka...


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar