Sabtu, 20 April 2013

Berkah di kala senja



Matahari mulai menuju peristirahatannya, ini artinya saatnya  memulai untuk mencari rupiah demi rupiah untuknya, ibu penjual jagung bakar. Pantai yang tadinya panas terik, perlahan mulai menampakkan kemerahan langitnya, pertanda senja telah tiba. Mereka para penjual makanan hangat mulai berdatangan, menggelar tikar berharap akan ada satu dua orang yang duduk dan membeli dagangan.

Lampu penerangan mulai dinyalakan, begitu juga dengan bara api yang telah siap untuk membakar jagung-jagung segar yang siap untuk dijajakan. Sayu-sayu angin sore di pantai membawa suasana yang bebeda, lampu-lampu mulai menyala untuk menghalau gelapnya malam, walau tetap nampak indah. Beberapa orang masih asik bermain dengan ombak, beberapa memilih untuk beristirahat dan memakan jagung hangat.

Senja itu membawa berkah untuk mereka, semakin larut malam dan berharap semakin banyak biji demi biji jagung terjual. Suasana senja diselingi canda tawa mereka dengan pembelinya memberikan harmoni tersendiri, senyum yang tulus dan ikhlas dari hatinya. Mungkin penghasilan tak seberapa, tapi ketulusan untuk menekuni pekerjaannya yang membuat siapa pun yang membuka mata akan terketuk hatinya.

Waktu memang memberi cerita sendiri. Memberi makna, memberi suasana dan nuansa yang berbeda. Sungguh beruntung untuk siapa pun yang bisa menikmatinya dan melihat keindahannya. Sebuah kerja keras, keakraban, kebersamaan, walau dengan persaingan tapi semua berjalan beriringan dengan tanpa perpecahan. Mencari rejeki untuk menyambung hidup dengan keikhlasan dan ketulusan, walau mungkin terkadang hasilnya belum sesuai harapan. Tapi setidaknya ada senyuman hangat yang menandakan kebahagiaan, kebahagiaan karena selalu ada harapan.

Siapa pun mereka, mereka adalah pekerja keras, tidak mengharap untuk dikasihani. Mereka hanya berusaha, bahawa mereka bisa. Mereka hanya berharap dagangan mereka dibeli. Semoga mata hati kita selalu terbuka untuk melihat fenomena-fenomena yang mengetuk hati, dan hidup ini menjadi lebih damai. Dengan saling ber-empati dan berbagi. Semoga banyak orang-oang yang tersadar dengan itu dan membeli dagangan mereka. ^_^


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar