Rabu, 23 Oktober 2013

Apa itu foto levitasi? dan Bagaimana membuatnya?

foto : www.yowayowacamera.com

Levitasi adalah salah satu istilah aliran fotografi dengan konsep membuat benda seolah melayang atau terbang di foto. Untuk membuat foto levitasi diperlukan setting kamera dengan shutter speed tinggi. Hal ini diperlukan untuk membekukan benda yang bergerak, karena memang gambar dengan levitasi diambil saat benda atau objek benar-benar sedang melayang atau melompat. Dengan shutter speed yang tinggi, biasanya 1/200 detik atau lebih agar objek benar-benar beku. Atau langkah-langkah nya berikut :

  1. Setting shutter speed yang tinggi, 1/200 detik atau lebih
  2. Atur ISO yang lumayan tinggi, karena dengan mengambil shutter speed tinggi, maka waktu kamera mengambil cahaya semakin cepat sehingga cahaya yang masuk sedikit. Pengaturan diafragma (F) bisa disesuaikan dengan kondisi cahaya atau sesuai dengan DOF yang diinginkan (mana yang fokus dan mana yang blur).
  3. Sediakan ruang di frame kamera untuk tempat objek melompat, sehingga saat melompat bagiannya tidak terpotong di dalam frame.
  4. Usahakan melompat dengan ekspresi yang natural. Dengan ekspresi yang natural, misalnya pada manusia, maka akan terlihat lebih alami dan seolah-olah itu bukan melompat (terbang).
  5. Carilah tempat yang tinggi dengan background yang rendah. Dengan background yang tampak lebih rendah maka akan terlihat seolah-olah kita (objek) sedang terbang tinggi. Misal di rooftop gedung dengan background kota atau gedung-gedung dan bangunan lain yang lebih rendah.
  6. Ambil foto dengan posisi kamera yang rendah. Dengan posisi kamera yang lebih rendah (dibawah pinggang objek) maka objek akan terlihat lebih tinggi dan juga seolah objek terbang lebih tinggi.
  7. Butuh kerjasama antara fotografer dan model, karena kita hanya akan menghasilkan foto yang bagus saat model benar-benar melayang dan itu membutuhkan satu momentum shoot yang tepat.
  8. Jangan malas mencoba. Karena kemungkinan besar akan gagal mengambil momentum yang tepat (telat njepret atau terlalu cepat njepret) sehingga model belum tepat pada ketinggian maksimal lompatannya.



foto : www.yowayowacamera.com
Selamat mencoba.

Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar