Rabu, 01 Januari 2014

Fenomena Poster Soeharto Penak Jamanku



Belakangan ini saya melihat marak fenomena stiker atau poster yang ditempel di kendaraan bak terbuka maupun kendaraan umum yang isinya foto mantan presiden Soeharto dengan tulisan yang intinya pertanyaan apakah masih enak di jamannya daripada sekarang. Mungkin kalian juga sering melihatnya di jalanan. Tapi apakah memang di Jaman Soeharto lebih enak?? Orang bilang setiap pemimpin mempunyai nilai lebih nya sendiri, mungkin Soeharto mempunyai kelebihan dalam hal pembangunannya, namun lemah di ekonomi internasionalnya, sehingga kurs Indonesia saat itu ambrug dari Rp 2000/dolar Amerika menjadi hampir Rp 16000/dolar Amerika, alhasil utang Indonesia yang kebanyakan dalam bentuk Dolar AS pun melejit tinggi karena nilai kurs Indonesia yang melemah dan nilai dolar yang semakin kuat. 

Sementara itu sebagian besar dari kita dan terutama yang hidup pada jaman orde baru pun tau begaimana sepak terjang pemimpin yang satu ini yang terkenal dangan jaringan militer dan intelnya. Dari sisi pembangunan memang terlihat konkret dan berbagai programnya juga terbilang sukses, diantaranya yaitu SD inpres, KB dan lainnya. Tetapi perlu diingat bahwa masa kepemimpinan beliau adalah kurang lebih 30 tahum, sehingga sangat leluasa untuk menjalankan program, bandingkan dengan sekarang, banyak pemimpin yang tidak mau menjalankan program yang sifatnya jangka panjang, karena akan dikira itu hasil dari pemimpin periode berikutnya.

Setiap pemimpin memang punya kelebihan sndiri di jamannya, mungkin tanpa ada Soekarno, kita akan lebih lama di jajah Belanda, namun Soekarno juga mempunyai kelemahan dalam mengelola negara dengan pendiriannya akan anti asing, sehingga program-program dan ambisinya dibiayai dengan mencetak uang yang berakibat pada hiper inflasi 600% yang akhirnya membuat ekonomi jatuh.

Lalu presiden-presiden berikutnya pun demikian, seperti yang terkahir yaitu SBY, SBY adalah presiden yang berhasil membawa Indonesia masuk ke dalam G20, perkumpulan negara-negara dengan kinerja ekonomi terbaik. Dan menyelanggarakan berbagai event Internasional, namun tentu saja sekali lagi disisi lain ada kelemahan, diantaranya yang bisa kita lihat sendiri adalah maraknya korupsi, yang mengakibatkan krisis kepercayaan kepada pemerintah, yang akhirnya memunculkan poster poster seperti tadi.

Kita bisa membandingkan kinerja presiden presiden dengan melihat data di BPS (Badan Pusat Statistik) www.bps.go.id. Yang mana dalam rata-rata kinerja pemerintahan SBY memang secara ekonomi kinerja ekonomi makro Indonesia lebih baik, namun secara mikro memang harus diakui masih kurang. Tapi itu dia pelajaran yang kita ambil, setiap pemimpin mempunyai kelebihan dan kekurangan pada jamannya. Jangan terlena dengan kejayaan pemimpin-pemimpin masa lalu, karena kita pun mempunyai kejayaan di jaman kita sendiri, dan tentu saja yang terpenting adalah bagaimana agar kita selalu bisa menghadapi tantangan global yang semakin kuat, atau kita akan terus terlena dengan kejayaan masa kalau dan tidak maju-maju.

Semoga artikel ini bisa memberi gambaran supaya kita tidak selalu berfikir satu sisi semata, dan tentu saja saya menyadari masih banyak hal yang kurang tersentuh atau dibahas disni, jika kalian ada yang mau menambahkan atau berkomentar silahkan sebagai bahan saling belajar. :)






Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar