Selasa, 23 Desember 2014

Berpetualang ke Pantai Timang

Matahari mulai terbit di ufuk timur. Hari ini ada rencana untuk jalan-jalan mengisi mingfu tenang. Iyah biasanya memang namanya minggu tenang, tapi sebenarnya bukan minggu yang menenangkan. Oleh karena itu banyak yang justru memilih untuk jalan-jalan supaya bisa benar-benar tenang. Memang sebenarnya rencana dadakan jadi tidak banyak personel. Hanya bertiga, namun ternyata saat dijemput yang satu masih belum bangun juga, akhirnya kami tinggal.



Jam menunjukkan pukul 8.30 pagi. Oke saatnya caw.. (Berangkat). Perjalanan sekitar 2 jam. Dan sebenarnya belum ditetapkan spesifik tujuan dari perjalanan ini. Hanya daerahnya saja, yaitu gunung kidul, daerah yang sedang tersohor dengan pantai-pantai cantiknya itu. Dalam perjalanan kami berdua merundingkan pantai mana tepatnya. Sebenarnya saya juga sudah beberapa kali ke pantai-pantai di gunung kidul, makannya harus diputuskan kalau bisa ke pantai yang belum pernah saya kunjungi.





Akhirnya kurang lebih 1,5 jam perjalanan kami sampai di pantai pertama. Yaitu pantai Baron. Tapi kami tidak mampir ke sini karena sudah pernah. Justru kami tertarik untuk menikmati perjalanan di jalan baron. Jalan dengan track yang sangat mulus, sepi dan kadang lurus memanjang dan kadang ada yang menikang nikung sehingga memanjakkan mata. Dan tak lupa tentunya kami mengambil beberapa foto cantik jalanan di jalan baron ini.

Oke akhirnya kami meutuskan untuk ke pantai tujuan, yaitu pantai Timang. Pantai yang sebenarrnya aksesnya masih sulit. Di beberapa artikel saya sudah membaca bahwa jalanan menuju pantai ini masih jelek. Tapi tak apa, karena memang pantai ini membuat penasaran kami akhirnya kami putuskan ke pantai ini. Sebenarnya kami belum tau persis letaknya, hanya saja kami dengar letaknya di deretan pantai timur gunung kidul. Akhirnya setelah kurang lebih 15 menit perjalanan ke timur menyusuri deretan pantai gunung kidul, kami menemukan plang pantai ini, pantai Timang, yang terdapat di kayu kecil hasil kerja anak-anak kkn.


Kami mengikuti saja penunjuk arah ini. Dan sesekali bertanya warga untuk memastikan. Benar saja, jalanannya sempit dan agak kasar. Ekstrim lagi setelah semakin masuk desa, jalan yang ada adalah jalanan batu terjal. Batu-batu kerikil besar. Pastinya motor akan bergoyang ria untuk melewatinya.
Setelah perjuangan yang lumayan akhirnya kami sampai juga di pantai timang. Waw.. Pantai ini memang unik, dengan ciri khas tebin karang yang ada di seberang sekitar 30 meter dengan adanya penghubung tali besar. Tali ibi adalah alay untuk menyeberang, dengan dilengkapi gondola. Pemancing lobster biasa menyeberang ke karang yang ada diantara ombak itu untuk memancing lobster. Namun kadang pengunjung juga bisa menaiki gobdola ini dengan membayar dengan tarif tertentu.




Pemandangan yang disajikan memang dramatis sekali. Akan lebih dramatis ketika ada orang yang menyeberang lewat gondola itu. Namun sayang saat itu sedang hari kerja sehingga sepi pengunjung dan tidak ada operator gondola yang berjaga. Kami hanya menikmati karanng yang dihampas ombak dan juga semilir angin dari lautan. Di sebelah barat terlihat deretan tebing-tebing yang cantik yang seda dihampas ombak. Begitu juga di sebelah timur.

Sedangkan di sela pantai timang ini sebenarnya ada cekungan semacam teluk dengan pasir putih. Seperti pantai yang lainnya, di sini kita bisa berenang seperti layaknya di pantai biasa. Pantainya juga masih sangat asri. Masih sepi. Pasirnya benar-benar putih alami. Namun hati-hati meskipun sudah masuk cekungan, tapi ombak yang sampai di pantai ini masih lumayan besar.


Waw hari itu sudah mendapatkan koleksi pantai yang baru. Pantai timang, yang katanya juga pernah untuk syuting berbagai acara tv bahkan acara dari tv Korea. Memang pantai yang cantik dan unik  semoga suatu saat bisa mempir kesana lagi. Sebenarnya moment terbaik oe pantai ini adalah pagi hari dan saat sore hari agar cuacanya masih sejuk dan segar. Karena didominasi batu, saat siang pantai ini sangat panas.
Selamat berwisata...


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar