Minggu, 15 Februari 2015

Perubahan yang tidak berubah

Ada yang mengganjal di pikiran saya saat menghabiskan waktu disini. Ditempat dimana masyarakat seolah semuanya seragam tentang cara berpikir mereka. Tapi entahlah mungkin ada yang berbeda di antara mereka. Mereka yang sebenarnya mengingikan perubahan, tetapi tidak tau harus berubah seperti apa atau dengan apa mereka mengubah sesuatu yang diinginkannya. Mereka seakan berangan-angan akan perubahan namun mereka mungkin tau akan sangat sulit untuk berubah. Bahkan kadang saya berikir bahwa mereka tidak sungguh-sungguh ingin berubah. Tapi hanya jenuh dengan apa yang mereka alami dan mereka kerjakan. Entahlah, hanya mereka yang tau. Saya rasa juga ini cuma dugaan saya.

Cukup lama saya mengamati. Dan dengan begitu saya bisa dengan sedikit logika bisa menyimpulkan atau bahkan meramalkan, bahka hampir tak ada perubahan disini. Bukan bermaksud untuk pesimis. Karena saya juga yakin dan tau bahwa semua berhak mendapatkan perubahan yang lebih baik dan mereka juga berhak mengubah diri mereka dan lingkungan mereka sendiri lebih baik. Namun sekali lagi nampaknya dari peramalan (forecast) yang saya bayangkan ini akan sangat sulit dan mungkin sangat lambat. Kemungkinan terbesar perubahan itu terjadi mungkin jika ada revolusi besar. Namun bagaimana kerika mereka sendiri tidak tau apa itu revolusi. Itu menjadi cerita lain.

Mungkin angan saya terlalu jauh, tapi ini lah yang saya amati sehari-hari. Semua orang memang melakukan rutinitas mereka seperti biasa. Namun apa yang mereka dapatkan mungkin hanya untuk hari itu saja. Bukan suatu akumulasi yang bisa mengembang di masa depan, atau bahasa ilmiahnya “investasi”. Bukan berarti mereka tidak punya investasi. Mereka punya, hanya saja antara usaha dan return yang mereka dapat selisihnya sangat kecil, atau bahkan minus. Investasi mereka hanya berdasarkan atas keamanan, bukan hasil yang lebih besar. Atau mereka juga tidak mau ambil pusing menghitung-hitung return mereka.

Semuanya seolah berjalan hanya begitu-begitu saja, tidak banyak yang berubah. Meskipun tidak semuanya tidak berubah. Beberapa orang berhasil mengubah hidupnya dengan baik, beberapa lainnya hanya stagnan bahkan mengalami kemunduran karena menurunnya kemampuan fisik mereka. Fisik merupakan modal utama, tanpa fisik yang baik hampir bisa dijamin akan tertinggal jauh di belakang. Perubahan yang selalu digadang-gadang seakan hanya tertanam dalam angan mereka. Mungkin seperti mengharapkan keajaiban, itu perumpamaannya.

Begitu lambat perubahan itu bahkan bisa diibaratkan hanya perubahan siang dan malam yang paling terasa disini. Siang mereka mereka berusaha sekeras mungkin mengejar angan-angan mereka, dan malam adalah waktu mereka kembali berangan. Begitu seterusnya. Sampai mereka kadang lupa bahwa sudah ribuan siang dan malam yang berganti dan mereka masih begitu-begitu saja.


Pertanyaannya adalah adakah yang bertanggung jawab untuk melakukan perubahan yang lebih baik itu? Jawabannya tentu ada. Yaitu dia dan mungkin beberapa dari mereka yang diberi mandate untuk melakukan perubahan atau setidaknya bertanggungjawab untuk mengubah keadaan. Tapi kembali ke perilaku mereka tadi yang seakan menginginkan perubahan tetapi mereka tidak tau bagaimana mewujudkannya bahkan karena itu mereka menunjuk orang-orang yang salah untuk diberi weweang mengubah keadaan. Lalu siapakan yang salah? yang memilih atau yang dipilih?. Susah disimpulkan. Seolah terjebak dalam lingkaran setan dan susah untuk keluar. Hingga mereka terjerembab dalam angan yang mereka buat sendiri, tapi juga mereka yang mengurung angan itu. Entahlah, biarkan siang dan malam yang berganti terus menerus itu kelak akan menyadarkan mereka. Bahwa ada jalan lain menuju perubahan. 


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar