Senin, 23 Maret 2015

Bapak tua dengan sepedanya

Pada suatu hari, seorang bapak tua, mungkin sudah kakek-kakek, bersepeda menuju tempat service HP. Dengan sepeda tuanya ia terlihat bersemangat mengayuh sepedanya. Keringat nampak keluar dari badannya yang mulai keriput, dan juga karena panasnya sengat sinar matahari siang itu.

sumber gambar : globeamarath.wordpress.com

Akhirnya ia sampai di tempat yang ia tuju, lalu ia memarkirkan sepedanya di depan counter (service HP). Ia pun bergegas menuju mas-mas yang menjaga counter itu. Ia merogoh saku celananya, dan ia keluarkan sebuah HP jadul yang tanpa warna (hitam putih). Ia serahkan HP itu kepada mas-mas penjaga counter dan menanyakan apa yang rusak dari HP-nya.

Bapak tua             : Mas, tolong periksa HP saya ini, sepertinya ada yang rusak!
Penjaga counter    : Coba saya periksa dulu pak.
Bapak tua              : Apanya yang rusak mas?
Penjaga counter    : Tidak ada kerusakan pak, masih normal semua.
Bapak tua           : Coba diperiksa lagi mas, apa mas sudah yakin? (terlihat mulai gelisah di mukanya)
Penjaga counter    : Iya pak, HP bapak masih normal dan bisa digunakan.

Mendengar kalimat itu bukannya gembira tapi si pak tua justru terlihat murung dan sedih. Tatap matanya sayu. Dan penjaga counter itu yang melihat raut muka bapak tadi pun terlihat heran dan menanyakan sesuatu pada bapak tua.

Penjaga counter    : Lho pak, HP nya baik-baik saja kok malah bapak terlihat sedih?
Bapak tua              : Kalau HP-nya baik-baik saja kenapa anak-anak saya tidak pernah melepon saya ya mas, padahal tadinya saya kira HP itu tidak pernah berbunyi karena rusak.

Mas penjaga counter itu pun terlihat terharu dengan ucapan si bapak tua, dan dalam hatinya tersadar seolah di ingatkan, bahwa ia harus lebih mengingat orang tuanya, yang selalu menanti kabar darinya.


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar