Selasa, 31 Maret 2015

Cerita trotoar pinggir jalan



Siang hari yang panas. Hilir mudik kendaraan begitu ramai di jalan itu. Dan banyak juga pejalan kaki. Udara pengap dijalan sempit yang di apit dua gedung itu. Dua orang lansia terlihat duduk di pinggir jalan, di trotoar kecil itu.

Sesekali ia mengulurkan tangannya, mengharap kemurahan hati pengendara atau pun pejalan kaki yang lewat di jalanan itu. Beberapa di antara mereka bermurah hati untuk memberi. Dan sisanya berlalu begitu saja.

Fenomena itu membuat saya tertarik utnuk mengabadikannya, barang kali foto tersebut bisa mengispirasi dan mungkin menyentuh hati, atau mungkin menjadi cerminan hidup.

Memang tak semua orang beruntung di masa tuanya, yang seharusnya menghabiskan waktu dengan anak dan cucunya, sambil menikmati uang pensiun. Tapi tentu saja nasib orang berbeda-beda. Seperti itulah setidaknya apa yang saya lihat hari itu. Di tengah terik matahari dan polusi, dua orang lansia yang fisiknya sudah renta, berharap kemurahan hati siapa saja untuk membantunya.

Entah dimana anak-anak mereka atau cucu mereka, yang jelas hari-hari tua mereka kurang mengenakkan, bahkan untuk kita yang melihtanya, apalagi untuk mereka yang merasakannya.

Singkat cerita itulah yang saya lihat, saat melewati jalan itu. Dalam perjalanan menuju ke ATM dengan berjalan kaki. Dengan memberikan sedikit uang saku, saya mencoba mendekat dan memotret dengan kamera hp namun dengan pengambilan gambar sembunyi-sembunyi, karena mungkin kalau frontal mengambil foto ini di depan umum kurang elok rasanya.

Dan kemudia saya dan teman saya melanjutkan perjalanan. Panas hari itu ternyata tidak lama, khususnya di tempat itu. Sekitar satu jam kemudian turun hujan cukup lebat, dan entah kemana kedua lansia itu. Semoga mereka tidak kehujanan.

Foto lebih besar di sini


Artikel menarik lainnya :

1 komentar: