Kamis, 12 Maret 2015

Ibu dan dua anaknya


Suatu hari menjelang sore, terlihat seorang ibu dengan dua anaknya, sang ibu mendorong gerobak dan kedua anaknya meniki gerobak itu. Dengan kantung besar berwarna putih di depan gerobak, nampaknya itu adalah tempat untuk menampung barang-barang bekas yang masih bisa dijual. Lalu terlihat gerobak itu berhenti. Karena hanya dengan dua roda, maka ujung depan gerobak menjadi sandaran untuk gerobak tetap berdiri.

Namun kemudian seorang anaknya yang tidak tau, berjalan ke arah belakang gerobak hingga akhirnya gerobak bergolak dan terjungkal, dengan bergantian ujung belakang gerobak sebagai penyangga gerobak. Sang anak yang kehilangan keseimbangan pun terjungkal dalam gerobak itu dan menangis.

Sang ibu yang sedang sibuk mencari barang bekas yang masih bisa dijual pun segera menghampiri anaknya dan menggendongnya. Meskipun nampaknya ia belum mendapatkan barang yang ia cari dari tempat sampah di sebelah gerobak itu.

Lalu untuk menghibur anaknya agar tidak menangis lagi, ia menggendong anaknya dan meninggalkan tempat dimana ia tadi mencari barang bekas. Sedangkan anaknya yang satu lagi masih berada di dalam gerobak. 

Pemandangan itu begitu dramatis menurut saya, dan saya sempatkan untuk mengambil gambar pemandangan yang singkat tapi cukup mengena naluri saya itu. 

Dan dengan itu ibu itu telah mengajarkan saya sebuah pelajaran di siang itu. Ia begitu semangat untuk bekerja, bahkan dengan membawa kedua anaknya yang masih kecil. Ia tidak hanya pasrah dengan meminta-minta, tetapi bekerja dengan tenaga dan fisik yang dimilikinya. Bahkan di tengah kesibukannya ia masih sangat peduli dengan anaknya.








Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar