Rabu, 01 April 2015

Diantara Masa Lalu dan Masa Depan

Waktu berlalu menjadi masa lalu. Dan waktu berjalan menuju masa depan. Lalu dimana kita? Masa lalu atau masa depan?

Ternyata jawabannya mungkin kurang mengenakkan, yaitu kita berada di antaranya. Dan selalu begitu. Kita selalu menganggap yg akan datang adalah masa depan, dan kita bertekad untuk membuatnya lebih baik.

Sementara itu kita kadang justru selalu menyalahkan masa lalu, yang penuh kegagalan, kebodohan, kecerobohan atau apapun itu. Kita selalu memuja masa depan yang selalu kita bayangkan begitu indahnya.

Sampai-sampai kita lupa, bahwa kita sekarang berada di saat ini. Detik ini, jam ini dan hari ini. Kita lupa, dan hari ini berlalu begitu saja. Apa yang kita nikmati hari ini pun seakan terlupakan. Padahal, hari ini adalah masa depan dari masa lalu kita dulu.

Lalu dimana sesungguhnya masa depan yang kita maksud. Mungkin banyak diantara kita mempunyai versi sendiri, yang ditetapkan dengan target. Tapi, mungkin ada baiknya juga saat kita menikmati hari ini sebagai pencapaian masa depan dari hari-hari yang lalu.
Sebuah kalimat bijak berbunyi :
Semakin berjalannya waktu, yang kita punya adalah bertambahya masa lalu, dan berkurangnya masa depan.
Mungkin benar juga, semakin berjalannya waktu, kita semakin banyak masa lalu yang terakumulasi. Sedangkan sisa waktu kita semakin berkurang, dan itu ada di masa depan. Cukup logis juga. Dimana kita mengejar masa depan yang jatahnya semakin berkurang.

Sedangkan kita berada di saat ini, hari ini. Mungkin kadang lupa juga untuk menyadari, bahwa masa lalu yang kada kita sesalkan dan kita benci justru terus bertambah, justru masa depan yang kita kejar semakin berkurang jatah waktunya.

Tapi ada baiknya juga, jika kita mengejar target masa depan semakin cepat, sehingga jatah waktu kita menikmati masa depan semakin panjang. Kecuali kalau kita selalu melihat bahwa masa depan selalu di depan kita, padahal kita sudah mencapainya.


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar