Jumat, 22 Mei 2015

17 Tahun Reformasi Sejak Saat Itu



Terhitung sejak Mei Tahun 1998, telah terlampaui 17 tahun era reformasi. Era yang direbut dengan susah payah perjuangan di tengah berbagai krisis multidimensi saat itu. Reformasi memang telah di dapat. Tapi apakah capaian saat ini sudah mewakili cita-cita reformasi 17 tahun lalu. Jawabannya mungkin beragam, dan mungkin juga mengecewakan.

Ibarat anak yang baru lahir, 17 tahun tentunya masih muda dan labil. Sedang banyak belajar dan mencari jati diri. Tapi apakah untuk sebuah negara 17 tahun belum cukup untuk membangun? Memang banyak halangan dan kendala pembangunan, tapi sepertinya waktu 17 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk belajar dan mengaplikasikan.

Berbicara mengenai capaian tentunya tidak lepas dari indikator pencapaian itu, lalu seberapakah indikator keberhasilan atau kegagalan itu.? Dari sisi kuantitati total memang mungkin kita berkembang dan tumbuh, namun secara rill (senyatanya) dan per-kapitanya, mungkin kah masih sama? Riil berarti nilai apa yang sebenarnya di saat ini dibandingkan dengan masa lalu dengan dikurangi berbagai indikator seperti inflasi. Sedangkan per-kapita adalah capaian yang didapatkan per satu warga negara, misalnya pendapatan. Sekali lagi pendapatan nominal saat ini mungkin lebih besar, tapi apakah pendapatan riil saat ini lebih besar daripada 17 tahun yang lalu. Ini memang pehitungan yang rumit. Mungkin kita lihat saja indikator yang sudah dihitung oleh otoritas yang sudah ahli di bidangnya.

Dan satu lagi, tahun 1998 adalah saat krisis multidimensi yang semua indikator saat itu memburuk. Lalu manakah indikator yang tepat untuk saat ini dibandingkan dengan masa lalu? *saya pun bingung*. Mungkin begini saja, kita gunakan toleransi dan kira-kira, apakah indikator yang ada saat ini wajar dan pantas untuk keadaan saat ini. Mungkin itu lebih mudah.

Tercatat saat ini tahun 2015 bulan April, inflasi Indonesia yaitu 6,79%. Pertumbuhan ekonomi 4,7% di kuartal pertama 2015. Tingkat pengangguran menurut pendidikan yang ditamatkan berjumlah 7,2 juta orang, sedangkan jumlah pengguran terbuka menurut provinsi sampai tahun 2013 yaitu 6,25% dari total pengguran di seluruh provinsi. Kurs saat ini (Mei 2015) Rp13.150/USD. Sebenarnya masih banyak indikator lain baik yang dikeluarkan badan atau lembaga nasional maupun luar negeri. Namun sekilas kita lihat data itu, apalagi dibandingkan dengan tren 17 tahun ke belakang, memang hasilnya kurang menyenangkan.

Dalam acara Talkshow sebuah stasiun TV, banyak dibahas indikator Indonesia saat ini dan dibandingkan dengan beberapa negara khususnya di ASEAN dan dunia. Hasilnya memang bukan saatnya untuk mengatakan Indonesia baik-baik saja, jika kita dibandingkan dengan negara lainnya. Banyak indikator internasional yang kita tertinggal di bawah, bahkan dengan negara tetangga dekat yang katanya masih berkembang. 

Kenapa kita harus peduli dengan indikator di negara lain? Tentu saja kita hidup berdampingan dengan negara di berbagai dunia, dan juga berhubungan dengan berbagai negara di dunia. Saat kita jelek, siapa yang mau berhubungan dan berteman dengan kita? Saat kita dirasa tidak nyaman untuk diajak kerjasama dan ditinggali karena keterbelakangan, siapa yang akan betah di sini, th negara lain jauh lebih baik, tertata dan sejahtera. Mungkin itu logika sederhananya. Namun bukan urusan sederhana untuk membangun negara yang kompleks ini. Semoga segala upaya yang dilakukan selama ini segera memperbaiki semuanya, meskipun dengan berbagai tantangan.




Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar