Jumat, 14 Agustus 2015

Cerita dari buku



Beberapa hari yang lalu saya iseng-iseng pergi ke Toko Buku Gramedia. Sebenarnya tidak ada alasan khusus kenapa saya pergi kesitu. Biasanya sih hanya saat ada bazar buku murah saja yang diadakan sampai di halaman toko buku itu
.
Singkat kata sebenarnya saya ingin membeli novel, kalau ada yang menarik. Soalya sudah lama tidak membaca novel.

Saya berkelilig mencari apa saja yang kiranya menarik untuk di baca. Dari ke kumpulan buku terbaru, kumpulan novel terbaru, sampai kumpulan buku Best Seller saat itu.

Akhirnya mata saya tertuju pada satu buku yang judulnya tidak lazim, tak perlu aku sebutkan judulnya. Dan saya juga tidak akan membahas siapa penerbitnya dan seperti apa wujud fisikya. Yang akan saya bahas di sini adalah isinya.

Saya memutuskan membeli buku itu. Buku itu adalah kumpulan cerita inspirasi. Ispirasi-inspirasi kehidupan. Saya membayangkan seperti apa isinya. Dalam banyangan saya muncul ya seperti itulah kira-kira.

Sekeluarnya saya dari toko buku, saya melihat seorang nenek tua kira-kira berusia 65-an tahun. Nenekl itu berjualan aneka makanan ringan dan gorengan dengan membawa tampah dan kocok (keranjang dari bambu) sebagai tempat wadah dagangannya.

Antara kasihan dan lapar, saya membeli beberapa makanan dari nenek itu. Dalam batin saya saya berfikir, mungkin isi buku tadi seputaran seperti apa yang saya lihat ini, dan yang nenek tadi alami. Seputar perjuangan hidup.

**********

Akhirnya lembar demi lembar saya baca buku itu. Isinya bagus. Memang di awal bagian saja saya sempat trenyuh dengan ceritanya. Ada bagian humor juga, namun humor yang inspiratif hinga saya sempat tertawa lepas karena cerita itu.

Tapi bagian yang paling menyentuh sanubari dan hati (aduh bahasanya..hehehe) adalah bagian  yang menceritakan tentang kasih sayang orang tua, terutama ibu.

Kumpulan cerita-cerita dalam bab tentang orang tua benar-benar membuat dada saya sesak.. (sebenarnya sih sampe meta berlinang-linang karena terbawa suasana haru).

Sebenarnya saya menekankan disini adalah, dan karena di ingatkan kembali oleh buku ini. Tak ada alasan untuk kita untuk membenci ibu dan ayah kita. Sekalipun kadang kita kurang nyaman dengan aturan-aturanya. Tapi dari cerita-cerita buku ini saya benar-benar tergugah, sulit rasanya diungkapkan dengan kata-kata. Tapi percayalah, tidak ada ukuran yang bisa kita bayangkan untuk membandingkan kasih sayang mereka kepada kita. Sebesar apapun itu. Mungki kalau di istilahkan, kasih sayang orang tua kita kepada kita adalah suatu dimensi lain yang tidak bisa diukur dan tidak bisa didefinisikan. Sesuatu yang infinite, invisible, dan imajier, namun terasa dan itu ada.

Singkat cerita saya baca dan baca lagi halaman demi halaman pada bagian bab tentang orang tua. Dan sekali lagi, sayangilah orang tua selagi mereka masih ada. Sebelum kita menyesal dan walaupun kita bisa membelikan mereka segalanya, tapi mereka sudah tidak bersama kita untuk selamanya.


Se-sukses apapun kita dan se kaya apapun kita. Orang tua kita akan tetap kitalah yang paling berharga dari harta sebanyak apapun. Dan kehadiran kita adalah hal yang paling mereka nantikan. Sebelum kita hanya bisa melihat kuburan mereka, dan penyesalan yang dalam karena mereka sudah meninggalkan kita untuk selamanya. Maka waktu yang tersisa ini adalah kesempatan paling berharga untuk membahagiakan mereka. Sekalipun hanya dengan kahadiran kita di depan mereka.


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar