Rabu, 19 Agustus 2015

Hanya di 17-an


Photo from : cumilebay.com

Peringatan HUT Republik Indonesia sudah digerlar dengan meriah di berbagai daerah. Setiap daerah memperingati dengan cara mereka masing-masing, namun semuanya untuk satu tujuan, yaitu menunjukkan suka cita atas 70 tahun Indonesia merdeka. 

Hiruk pikuk peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di perkotaan, bahkan di desa dan pelosok, di gunung-gunung dan pesisir, semuanya antusias menyambut HUT RI ke 70. 

Tentunya setiap orang dan juga setiap tahunnya, kemerdekaan mempunyai makna masing-masing. 

Hanya di 17-an, orang berbondong-bondong mengikuti upacara. Hanya di 17-an rakyat tertawa ceria penuh kebersamaan untuk mengikuti lomba-lomba. Hanya di 17-an, merah putih diberi hormat dengan khidmat. Hanya di 17-an, banyak anak-anak SD berkeliling desa dengan membawa ratusan bendera. Dan hanya di 17-an, air mata haru para pelancong di luar negeri meneteskan air mata saat upacara di luar negaranya.

Di antara lebih dari 17.000 pulau terbentang dari Sabang sampai Merauke, tentunya di antara lebih dari 240 juta warga Indonesia, tersimpan banyak cerita tentang makna sebuah hari kemerdekaan, khususnya yang ke 70 ini. 

Di hari kemerdekaan inilah kita melihat kekompakan di masyarakat. Melihat sebuah semangat, dan melihat sebuah kebersamaan di tengah keberagaman. Kembali mengingatkan kita bahwa kita adalah negara besar, dengan penuh keberagaman, namun dengan hari kemerdekaan ini, kita kembali disadarkan bahwa kita adalah satu kesatuan.

Untuk yang pertama kali pula, presiden baru kita menjadi inspektur upacara di Istana. Dan untuk pertama kalinya pula, rakyat diundang ke istana untuk mengikuti sakralnya upacara bendera.

70% tamu undangan merupakan rakyat biasa, dari nelayan, pedagang, dan lainnya. Nampaknya ini suatu gerakan yang bagus. Dimana rakyat memang tidak seharusnya tersisihkan dari istana. Istana adalah hak rakyat juga dan sepantasnya rakyat tidak selalu dikesampingkan dari istana.

Gagasan ini bisa menumbuhkan kedekatan negara dengan rakyatnya. Menumbuhkan kecintaan rakyat terhadap negara, dengan tidak adanya pengecualian dan pendiskriminasian.

Akhirnya saya pun mengucapkan Selamat untuk Indonesia yang memasuki usia ke 70. Mungkin saat ini belum bisa memberikan banyak hal untuk Indonesia. Tapi dalam hati setiap rakyat saya yakin semuanya ingin yang terbaik untuk Indonesia. Untuk kedamaiannya, untuk kesejahteraannya dan tentunya untuk semua hal demi kenyamanan warga negara.

Moment kemerdekaan ini semoga selalu menjadi pengingat, bahwa kemerdekaan dulu ditebus dengan harga yang mahal dan tidak mudah. Sehingga menjada dan memaknai serta mengisi kemerdekaan adalah hal yang wajib untuk setiap wara negara, dengan menjadi warga negara yang baik.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA yang KE_70


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar