Sabtu, 08 Agustus 2015

Selfie Sana Selfie Sini

image by bhaksala.com

Mungkin hampir semua di antara kita pernah melakukan foto selfie (memotret diri sendiri). Iya itulah fenomena yang sering kita jumpai dan mungkin bahkan di antara kita merupakan peggila selfie.

Hampir dimanapun dan kapan pun terutama di tempat umum dan tempat wisata dengan mudah kita menjumpai para orang-orang yang berfoto selfie. Dan hampir setiap hari di media sosial kita menjumpai foto selfie.

Selfie memang sudah dianggap sebagai gaya hidup baru. Namun tentunya dalam gaya hidup ada baik dan buruknya. 

Dalam sebuah dialog di sebuah stasiun TV swasta, dosen Psikologi Sosial UI menyatakan, selfie memang tidak ada salahnya. Hanya saja jika kecenderunan selfie terlalu sering apalagi di posting di media sosial, maka hal itu akan menganggu kenyamanan pengguna sosial media lain.

Kita bayangkan saja jika setiap jam atau beberapa jam muncul foto selfie orang itu-itu saja di timeline media sosial kita, tantunya ada kecenderungan muncul rasa bosan. (itu yang saya alami). Hal itu mungkin akan teratasi saat kita tidak mengenal orang itu, atau setidaknya tidak kenal begitu dekat, kita bisa un-follow atau un-friend saja, dan masalah selesai. Tapi akan lain cerita jika si selfie holik itu adalah teman dekat kita atau saudara, maka akan ada rasa canggung untuk menghapus pertemanan di media sosial.

Selfie yang menjadi gaya hidup memang semakin merajalela semakin dengan banyaknya pengguna smartphone yang kian canggih dengan kualitas kamera yang semakin baik pula. Hanya saja, sebagian dari orang-orang belum menyadari kebebasan dalam media sosial bisa mengganggu kenyamanan mata orang ;lain.

Mungkin kalian mengenal kalimat "Postinglah apa yang kalian mau, bukan apa yang mereka suka, karena ini media sosial, bukan dinas sosial!. Memang benar, postingan itu bebas untuk pemilik akun media sosial. Tapi untuk apa kita memposting hal yang tidak teman-teman kita sukai toh juga akan merugikan kita sendiri.

Menurut penggagas tongsis (tongkat narsis) selfie itu tidak apa-apa. Asalkan kita bisa menempatkan fungsi dari foto selfie kita. Seperti misalnya selfie untuk tujuan promosi, moment yang menginspirasi dan sebagainya. 

Selfie akan lebih baik jika menggunakan tema yang jelas. Bukan hanya sekedar selfie yang tidak bermakna. 

Pengalaman saya sendiri dalam media sosial (sekalian curhat). Memang sangat menganggu saat kita melihat foto selfie yang itu-itu saja, orang yang sama, dengan pose yang sama dan gaya yang sama (senyumnya). Ditambah dengan keterangan lokasi yang berbeda. Fotonya dimana tapi yang muncul hanya mukanya saja. Itu salah satu kerisihan tersendiri dari yang melihatnya.

Setiap orang memang bebas untuk berekspresi. Tapi setidaknya ber-ekspresi yang menginspirasi itu lebih baik. Ber-ekspresi yang menghibur itu lebih baik. Mungkin akan lebih baik dengan budaya, selfie yang menginspirasi.hehe




Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar