Sabtu, 05 September 2015

Hilangnya Sisi Kemanusiaan Manusia

Sudah lama kita mendengar konflik yang tidak kunjung selesai di timur tengah. Salah satunya di Suriah dan Palestina. Atau mungkin masih segar dalam ingatan kita saat ribuan muslim Rohingya berbondong-bondong meninggalkan negaranya karena alasan rasisme dan pembantaian.



Baru baru ini konflik yang panjang itu telah membuat gelombang imigran dari timur tengah ke Eropa khususnya Yunani. Berita yang paling menyita perhatian dunia adalah ketika seorang bocah berusia sekitar tiga tahun bernama Aylan ditemukan di pantai bagian negara Turki.

Aylan tewas bersama dengan kakaknya yang berusia lima tahun dan bersama ibunya. Jenazah Aylan ditemukan terdampar di tepi pantai oleh otoritas keamanan setempat. Fotonya yang dirilis media Turki lansung mendapat reaksi keras dunia dan membuat masyarakat Eropa mendesak pemerintah untuk melakukan tangap darurat menyelamatkan para migran yang masuk ke Eropa.

Kini Aylan telah dimakamkan, bersama dengan kakanya dan ibunya. Alloh SWT telah menjemput mereka dari kejamnya manusia lain yang membuat kerusakan dan kekacauan di negaranya.

Aylan dan kakaknya serta ibunya telah berhenti dari usaha mereka untuk mencari tempat tinggal yang lebih damai, menyusuri lautan berharap menemukan daratan baru yang membuat hidup mereka lebih tenang bersama dengan ribuan orang lainnya. Sebagian di antara mereka selamat dan sampai ke daratan Eropa, meski masih banyak masalah. Sebagian lainnya harus kehilangan nyawa karena tenggelam dalam perjalanan, dan karena sebab lainnya.

Kenapa Mengungsi ke Eropa?

Pertanyaan selanjutnya adalah, kenapa warga korban konflik Suriah justru mengungsi ke Eropa dan bukan ke negara Teluk yang notabene sesama muslim?

Dalam beberapa berita menyebutkan bahwa warga Suriah seharusnya bisa masuk ke negara-negara teluk dengan mengunakan visa resmi, namun ada isu bahwa biaya sangat mahal dan ada aturan tidak tertulis yang melarang atau membatasi masuknya warga Suriah.


Warga suriah justru memilih untuk mengungsi ke Eropa dengan melalui jalur laut, dan jika memungkinkan melalui jalur darat.

Kondisi ini membuat beberapa kalangan mengkritik sikap negara-neara teluk. Salah satunya adalah media harian Makkah, mereka membuat semacam gambar sindiran dengan  gambar seorang warga negara teluk dengan pintu dipagari kawat besi dan mengatai warga Eropa yang tidak mau membukakan pintu untuk pengungsi dengan berkata "Kenapa kamu tak mengizinkan mereka masuk? Dasar orang-orang tidak sopan!?"

Ini merupakan salah satu bentuk sindiran kepada pemerintah mereka. Bahkan dalam sebuah komentar ada yang mengatakan bahwa orang negara teluk lah yang kafir. "Saya bersumpah atas nama Allah yang Maha Perkasa, orang-orang Arab itulah yang kafir." tuliasnya. Hal ini karena kenyataannya warga korban konflik ini justru lebih memilih mengungsi ke nagara yang katanya negara "kafir".

Hilangnya Rasa Kemanusiaan

Gelombang ribuan pengungsi dari timur tengah ke Eropa dengan harapan mencari kehidupan yang lebih tenang menjadi peringatan keras untuk manusia di seluruh dunia bahwa konflik di timur tengah sudah keterlaluan. Ribuan nyawa melayang, pembantaian, pengrusakan, pem-bom-an, dan pembunuhan seakan menjadi makanan sehari-hari mereka.

Sehingga wajar, sebagai manusia yang hakikatnya ingin hidup tentram dan aman, mereka memilih meninggalkan negaranya yang tidak bisa memberikan rasa aman untuk mereka. 

Poin nya adalah, dimana rasa kemanusiaan itu sekarang? Nyawa manusia seakan sudah tidak ada harganya. Kehidupan tidak ada tujuan, gedung dihancurkan, manusia dibunuh dan dianiaya.

Mungkin sebagian besar di antara kita sungguh tidak bisa dimengerti. Kemana rasa iba dan rasa kasihan itu. Apalagi sesama manusia.

Sekarang ribuan orang sedang berjuang untuk mencari tempat tinggal baru yang jauh dari konflik, namun kenyataannya meninggalkan sebuah negara dan masuk ke negara baru bukan perkara mudah, terlebih lagi dengan berbagai kekurangan dan keadaan yang apa adanya.

Sekalipun harus bertaruh nyawa, tapi mereka punya harapan dan keyakinan. Dan semoga saja harapan mereka dan keyakinan mereka segera terwujud. 

---Untuk para pencari kedamaian---


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar