Jumat, 04 September 2015

Mobil Anak Negeri yang Tidak Diakui di Negeri Sendiri

Indonesia kembali melahirkan cerita ironis tentang karya dan aset bangsa. Kali ini secara mengejutkan mobil listrik karya anak bangsa harus diakuisisi oleh negeri tetangga yaitu Malaysia. Kita semua mungkin tahu sebelumnya mobil listrik nasional ini dikembangkan oleh tim yang seluruhnya adalah anak bangsa yang dimotori oleh menteri BUMN Dahlan Iskan saat itu.



Namun dengan alasan tidak lolos uji emisi dan karena adanya indikasi korupsi, mobil ini disita oleh kejaksaan agung dan tidak boleh diproduksi masal, Kasus ini sempat heboh di kalangan nitizen karena bagaimana mau diuji emisi toh mobil listrik tidak menghasilkan emisi (zero emission). Dan terkait dengan mahalnya pembuatan prototipe, kejaksaan menganggap biaya terlalu mahal dan ada indikasi korupsi. Nitixen merespon dengan argumen bahwa prototipe memang menghabiskan dana yang besar, untuk uji coba dan pengembangan di berbagai hal. Bukan seperti mobil komersial yang dibuat masal, yang lebih efisien.

Tapi apapun kondisinya, nasi sudah menjadi bubur. Mobil listrik "SELO" sudah dibunuh di negeri sendiri. Dan sekarang negara lain justru tertarik untuk mengembangkannya. 

Tentunya kerja keras yang sudah dilakukan dengan susah payah tidak boleh berhenti sia-sia. Mungkin itulah yang menjadi dasar untuk Ricky Elson, pengkomando proyek mobil listrik ini, sehingga meskipun didukung negara lain, maka mobil ini harus tetap hidup.  Meskipun hal ini juga ia sayangkan.

Ricky Elson pun mengumumkan tentang akuisisi mobil listrik ini di akun facebooknya. Ia mengungkapkan dengan rasa miris dan pilu, karena sangat disayangkan niatnya untuk mengembangkan mobil nasional justru mendapat sandungan, dan justru negeri tetangga lebih tertarik dengan hal ini.

Oleh karena itu, muncul petisi untuk mendukung mobil karya anak bangsa ini dan tidak menjadi mobil karya anak bangsa tapi besar dan berkembang di negeri tetangga. Intinya adalah bagaimana caranya agar karya anak bangsa bisa berjaya di negeri sendiri, bukan menjadi anak tiri karena kepentingan-kepentingan yang sempit.

Untuk memberi dukungan petisi ini, silahkan KLIK DISINI


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar