Jumat, 11 September 2015

Musim Jodoh

Waktu terus berjalan, dan seperti layaknya sebuah perjalanan, maka akan sampai di tujuan. Akhir-akhir ini saya mulai berpikir tentang perjalanan hidup saya, teman saya, saudara dan semuanya yang ada di sekeliling saya.

Ternyata perjalanan waktu semenjak saya di lahirkan di sebuah desa kecil di daerah pinggiran sampai saat ini membawa saya pada masa dimana saya harus mulai memikirkan langkah-langkah besar selayaknya manusia-manusia lain yang mendahului saya. Misalnya saja yang hangat adalah masalah jodoh dan karir.

Banyak teman-teman masa kecil saya dan masa sekolah saya sudah menikah dan bahkan mempunyai anak. Itu masalah jodoh. Masalah karir, iya mungkin di antara mereka belum mendapatkan karir yang bisa dibilang wah. Bahkan mereka sibuk mengurus anak. Tapi pilihan hidup seseorang ya silahkan saja.

Lalu bagaimana dengan saya? Setidaknya teman-teman saya sudah membuat satu keputusan besar dalam hidupnya yang akan mereka pertanggungjawabkan sepanjang hayat mereka. Beberapa teman saya yang lain juga sudah mulai menjalani karir yang bisa dibilang potensial. Tapi mungkiin untuk urusan jodoh, beberapa dari mereka memang lebih mempertimbangkan dan lebih selektif. 

Saya ingat sebuah pernyataan yang saya pun setuju yaitu, jika kita memilih pasangan hidup, maka mungkin separuh dari hidupmu akan kamu habiskan dengan dia. Jika pilihan mu itu salah, maka separuh hidupmu itu pun akan menderita dan tidak menyenangkan.

Tapi mau tidak mau, hakikat manusia adalah diciptakan untuk berpasang-pasangan dan untuk melestarikan keuturunan.

Sampai pada saatnya, pilihan itu harus dibuat. Entah itu karir dulu atau jodoh dulu. Semuanya pilihan masing-masing.

Saya hanya ingin berbagi kesadaran bahwa saat itu semakin dekat. Perjalanan hidup kita sudah jauh, banyak hal yang sudah kita dapatkan sebaai bahan pembelajaran untuk melanjutkan hidup dengan tantangan yang tidak akan ada hentinya/.

Mungkin kita juga harus merenung, sudah kah kita menyadari bahwa pada kahirnya kita harus melanjutkan hidup kita dengan jalan dan keputusan kita. Tidak tergantung pada arahan orang tua, walupun memang ada kalanya kita harus mendenarkan nasihat mereka, karena mereka lebih berpengalaman tentang kehidupan ini.

Namun apapun itu, termasuk keputusan jodoh, kita akan bertanggung jawab untuk itu. entah karena kita yang dipilih atau karena kita yang memilih. 




Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar