Selasa, 29 Maret 2016

Harga Sebuah Kebodohan

Saya pernah mendengar istilah "Pendidikan memang mahal, tapi akan lebih mahal jika kita menjalani hidup tanpa pendidikan", itulah kira-kira bunyinya.

Setelah saya pikir-pikir, memang hidup dengan pendidikan yang pas-pasan atau bahkan tanpa pendidikan yang memadai dan layak, justru akan lebih susah dan mahal.

Ketidaktahuan, ketidakpahaman, ketidakmampuan, ketidaksigapan, dan masih banyak hal lain yang seharusnya harus dilakukan jika seseorang "paham" akan suatu hal dan sesuatu, tidak akan bisa dilakukan dengan semestinya oleh orang yang "kurang dalam hal pendidikan". Hal semestinya disini maksudnya adalah melakukan hal dengan benar, efektif, efisien, dan optimal.

Banyak hal yang karena orang gagal memahami situasi, dan salah menanggapi situasi dengan "semestinya" tadi ternyata dampaknya besar.

Contoh sederhana saja tentang kesadaran kebersihan dan lingkungan. Orang yang berpedidikan tinggi tentu lebih paham arti kebersihan dan kesehatan lingkuangan, akibatnya resiko terkena penyakit lebih rendah, dan pada akhirnya biaya kesehatan lebih bisa dikurangi.

Berbeda dengan orang yang kurang paham arti kebersihan dan kesehatan lingkungan. Mereka cenderung abai terhadap kebersihan dirinya atau sekitarnya. Maka sudah kita ketahui dampaknya adalah resiko berbagai macam penyakit, baik itu yang langaung berefek pada jangka pendek maupun jangka panjang karena kebiasan-kebiasaan yang kurang pas dengan standar kesehatan atau kebersihan.

Itu hanya contoh kecil saja. Banyak hal lain yang seharusnya dilakukan dengan benar, ternyata hal itu tidak dilakukan. Atau dilakukan tetapi dengan cara yang salah. Akhirnya resiko ketidakefisienan tindakan itu akan berujung pada biaya, baik yang nampak, maupun yang tidak nampak.

Jika ada ungkapan pendidikan itu penting, maka memang sudah sangat dan pasti penting. Pendidikan membuka segalanya. Membuka wawasan, pemahaman, pola pikir, dan melatih respon otak terhadap banyak hal. Dengan kata lain, melatih improvisasi berfikir dan bertindak pada berbagai keadaan dan kondisi.

Hasil akhirnya orang yang sigap dengan perubaha  keadaan dan kondisi, ia akan menjadi lebih efisien dalam bertindak, baik dalam hal waktu maupun biaya.

Banyak orang yang merugi dari sisi waktu, biaya bahkan raga (resiko kesehatan) karena kurang mampu untuk menangkap perubahan lingkungan atau kurang mampu dalam menghadapi keadaan dengan baik. Saya ingin menjelaskan secara detail tapi agaknya susah. Jadi secara umun saja. Ini hanya oponi saya sih. Tapi ini benar-benar terjadi.

Kalau melihat lebih luas lagi, intinya adalah pada penguasaan informasi. Orang punya informasi, tapi tidak semua orang bisa memahami informasi itu , dan tidak semua orang bisa merespon informasi itu dengan baik. Hanya orang yang terlatih untuk mendaptkan informasilah yang bisa mencerna dan memahami informasi itu, pada akhirnya orang yang memahami informasi lah yang mampu merespon informasi dengan tepat.

Pendidikan menjawab hal itu. Namun hal itu akan kurang dipahami jika kita "bodoh", bahasa halusnya kita buta informasi atau memang kita kurang terdidik untuk memahami berbagai informasi.
Hasilnya adalah kebodohan itu mahal harganya. Kita harus merelakan banyak peluang yang seharusnya bisa kita dapatkan. Dan itu terjadi pada banyak hal. Baik itu kehilangan waktu, biaya yang lebih besar dari seharusnya, bahkan kerugian-kerugian lain yang seharusnya tidak terjadi.
Jika kalian mulai memikirkan hal ini. Coba amati sekitar kita, dan bandingkan. Mungkin jika kalian sudah melihat, silahkan bisa diskusi di kolom komentar di bawah ini, untuk sama-sama belajar.


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar