Minggu, 24 April 2016

Cerita Klasik Sandiwara Politik

Seperti biasanya, menjelang tahun politik enath itu Pilkada atau pun Pemilu, tiba-tiba banyak hal aneh muncul. Kenapa aneh? yah mungkin kita sudah sama-sama tahu. Banyak hal yang tadinya biasa-biasa saja mendadap jadi heboh, bahkan gaduh. 

Tentunya kegaduhan terjadi karena ada pelaku dan korban, dan akan semakin rumit saa masuk lah pihak ketiga yaitu provokator.

Provokator biasanya adalah mereka yang mempunyai tujuan tertentu, yang biasanya dilatarbelakangi oleh tujuan yang akan dicapai, atau yang belum atau pernah gagal dicapai. Akhirnya ia melakukan berbagai macam cara agar tujuannya tercapai.

Tapi sayangnya masyarakat sudah cukup pandai untuk menilai. Mana yang bikin gaduh, mana yang dibuat gaduh, dan mana yang semakin membuat gaduh dengan alih-alih ingin memberi solusi. Atau yang paling parah, semakin membuat gaduh, banyak omong tapi tidak memberi solusi apapun.

Dari fenomena yang saya lihat, meskipun saya bukan ahli atau bukan orang dengan predikat pengamat, tapi setidaknya saya mempunyai perbandingan yang layak untuk diperbandingkan. Maksudnya adalah apa yang saya amati itu saya sudah bisa mengambil kesimpulan dari tren dan kecenderungan yang ada di masyarakat. Hasilnya yaitu bahwa masyarakat kini sudah muak dengan sandiwara politik yang klasik. Yang tidak bermutu, kuno, dan tidak berbobot. 

Ciri umumnya adalah terlalu banyak omong, tidak memberi solusi jangka panjang, bukan beradu program tetapi justru menyerang lawan. Berita baiknya adalah masyarakat kini sudah mulai sadar dengan tokoh-tokoh seperti itu.

Menurut saya ini awal yang bagus. Semakin banyak masyarakat kini menilai dengan fakta dan data. Bukan hanya sekedar percaya pada nama atau apalah itu hal yang menempel pada seorang dua orang tokoh.

Ke depan tentu saja kita harap dengan hal itu semakin banyak orang yang sadar. Untuk mendapatkan kekuasaan politik sekarang sudah tidak jaman menggunakan intrik dan siasat licik. Perlu ada bukti otentik dan tentunya catatan yang bersih (track record).Modal hujatan dan kampanye hitam sudah tidak jaman. Sekarang tinggal ketik nama seseorang di mesin pencarian internet, maka akan langsung muncul jati diri seseorang. Tentu saja kita tidak bisa menerima mentah-mentah informasi itu, hanya saja kita bisa mencari dominasi atau kecenderungan suatu tokoh di dunia maya. Lebih bagus lagi kalau kita mendapatkan langsung dari sumber yang terpercaya. Sehinggga track record seseorang bisa kita ketahui.

Selain kritis, perkembangan pola pikir masyakarat yang mendambakan pemimpin dengan orientasi solusi masalah dalam jangka panjang juga semakin bagus. Masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan kebijakan manis jangka pendek padahal busuk di masa depan. Dan semestinya masyarakat mau menelan pil agak pahit saat ini untuk hasil yang manis dalam jangka panjang. Jadi, selamat tinggal era politik primitif.


Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar