Minggu, 17 Juli 2016

Ada Apa dengan Dunia

Bom Turki via duniatimteng.com

Pernahkah kalian berfikir banyak hal di dunia ini yang menurut logika dan pemikiran positif itu banyak hal yang seharusnya tidak terjadi. Bahkan mungkin menimbulkan banyak pertanyaan yang sering belum tuntas terjawab.
Banyak hal yang terjadi. Banyak hal yang terlewat, dan mungkin akah lebih banyak hal yang akan terjadi nanti.

Memang banyak peristiwa yang tejadi. Tapi yang menjadi perhatian banyak orang adalah tentang kekerasan, dimana manusia dengan sangat entengnya tega menyakiti, menindas dan bahkan membunuh manusia yang lain.

Katakanlah tragedi-tragedi penembakan di Amerika, trorisme di Turki, kekejaman ISIS di Suriah, kasus truk menabrak kerumunan orang di Prancis, dan yang paling hangat kasus kudeta militer kepada presiden Turki belakangan ini.

Kejadian itu telah mengakibatkan banyak korban meninggal dunia. Mereka meninggal karena sebab yang disengaja oleh segelintir orang yang memaksakan kehendak mereka. 

Tentu dalam hati kecil kita kadang bertanya, kenapa sih mereka harus melakukan itu? Apakah mereka tidak bisa merasakan indahnya perdamaian dan kasih sayang? Akhirnya kita bertanya, ada apa dengan dunia ini?

Memang kekerasan tidak bisa terlepas dari hidup manusia. Tapi setidaknya, tidak sebesar atau tidak se-fatal itu. Banyak cara untuk menyampaikan pendapat dan menggapi tujuan. Tentu saja dengan cara-cara yang lebih beradap dan manusiawi.

Bukan justru dengan saling membunuh dan menindas. Saling menyerang dan saling menyalahkan. Karena semuanya jelas kita semua tau hal itu akan mengakibatkan kerugian sendiri. Apalagi jika menyangkut kerugian materi, dan kerugian jiwa (nyawa).

Pemulihannya tidak memakan waktu yang sebentar, belum lagi efek psikologi yang akan terus terekam dalam jiwa warganya. Banyak hal yang percuma dan hanya menimbulkan kerugian.Tapi kembali lagi,banyak hal yang memang kadang diluar kendali kita bahkan diluar pemahaman kita. Dan hanya bisa berdoa dan berharap semoga semuanya kembali membaik.




Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar