Rabu, 27 Juli 2016

Menengok APBN-P 2016

APBNP 2016 mematok defisit anggaran sebesar 2,35% dari PDB. Angka ini lebih kecil dari yang diajukan sebelumnya sebesar 2,48% dari PDB. Angka ini hasil dari berbagai pertimbangan di antaranya penerimaan beberapa bulan berjalan tahun 2016, asumsi ekonomi makro, dan prakiraan belanja negara.

Untuk pertama kalinya pula dalam APBNP 2016 besaran transfer ke daerah lebih besar daripada belanja kementrian dan lembaga. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung nawacita presiden untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah. Dengan demikian juga diharapkan daerrah menjadi ujung tombak pemmbangunan.

Salah satu realisasinya yaitu dengan penyaluran dana desa. Dana desa diharapkan membuat desa lebih mandiri untuk membangun desanya. 

Besaran transfer ke daerah dalam APBNP 2016 mencapai Rp776,3 triliun atau meningkat 0,79% dari pagu APBN 2016 sebesar Rp770,2 triliun. 

Sedangkan untuk kementrian dan lembaga justru mengalami penurunan anggaran yaitu dari Rp784,1 triliun menjadi menjadi Rp767,8 triliun. Penurunan ini dalam rangka efisiensi anggaran kementrian dan lembaga.

Tujuan akhirnya adalah supaya percepatan pembangunan segera tercapai, yaitu dengan membangun dari daerah sesuai dengan kapasitas daerah dan inisiasi daerah masing-masing melalui desentralisasi fiskal tersebut. Selain itu, dengan defisit yang masih terkontrol diharapkan semakin mendorong pembangunan dengan tetap memperhatikan sustainibilitas fiskal serta susainibilitas pembangunan. Sedangkan efisiensi fiskal diharapkan membuat alokasi anggaran menjadi lebih optimal dan tepat sasaran.






sumber data : keterangan pers kementrian keuangan, Direktorat penyusunan APBN, DJA



Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar