Rabu, 10 Agustus 2016

Menelisik Ekonomi dan Politik Brasil di Tengah Gempita Olimpiade

Gaung Olimpiade Rio 2016 di Brasil sudah menggema ke seluruh dunia. Ratusan negara ikut serta dengan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya dengan harapan bisa memenangkan pertandingan-pertandingan sekelas olimpiade itu.

Pembukaan yang megah sudah kita saksikan. Namun di balik gempita olimpiade yang meriah itu, Brasil sedang mengalami berbagai masalah. Terutama masalah ekonomi dan politik.

Siapa sangka dana olimpiade Brasil yang kita saksikan itu sudah mengalami pemotongan  anggaran lebih dari 1 juta dolar, dengan alasan kondisi ekonomi Brasil yang sedang kurang baik. Protes juga dilakukan kalangan masyarakat yang kurang setuju dengan anggaran yang besar untuk olimpiade yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih untuk memulihkan kondisi ekonomi Brasil.

Penghematan-penghematan lain juga dilakukan untuk menekan biaya yang telalu besar. Sedangkan di sisi permintaan tiket olimpiade, panitia mengakui masih banyak tiket yang belum terjual (belum sold out). Dari tiket yang belum terjual ini rata-rata adalah tiket khusus/VIP yang harganya lebih mahal sehingga kurang terjangkau. Artinya masyarakat lebih memilih untuk membeli tiket kelas reguler. Hal ini kembali lagi karena kondisi ekonomi masyarakat Brasil yang sedang kurang baik.

Ditambah dengan isu korupsi besar-besaran yang melanda negara itu, semakin menambah panjang polemik Brasil. Bahkan mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva ditangkap aas tuduhan korupsi. Skandal korupsi Brasil sudah masuk pada BUMN BUMN negara itu. 

Bahkan saat itu muncul tuntutan mundur presiden aktif Rouseff dari jabatannya karena dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan minyak negara Petrobras.

Ekonomi Brasil saat ini memang diklaim mengalami kondisi terburuk sejak beberapa dekade terakhir. Mulai antara pertengahan tahun 2014 sudah mengalami tanda-tanda resesi dengan pertumbuhan yang negatif dan semakin memburuk sampai saat ini bahkan lebih dari minus 5%. Inflasi tahun 2016 sudah mulai membaik namun masih cenderung tinggi, yaitu masih di atas 8%. Tapi ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 10,67 samapi 10,71 %.

Jumlah pengangguran juga meningkat tajam dari tahun 2015 sebanyak 8,62 juta menjadi 11,58 juta di tahun 2016. Menurut informasi kondisi ini sangat terasa di Brasil dari pengamatan pengunjung olimpiade. Mereka menemukan banyak tunawisma yang tidur di pinggir jalan. Kondisi ini membuat mereka lebih waspada dengan aksi kriminalitas di Rio de Janero.



http://id.tradingeconomics.com/

http://id.tradingeconomics.com/

http://id.tradingeconomics.com/

http://id.tradingeconomics.com/

Untuk aktivitas ekonomi internasional pun masih sama, kinerjanya masih defisit cukup tinggi. Namun di tengah gejolak ekonomi dan politik, hadirnya olimpiade di negara ini diharapkan bisa memberi warna tersendiri. Masyarakat juga cukup gembira menyambut ajang olahraga terbesar dunia ini. 

Tapi dengan berbagai masalah terutama kondisi politik yang masih belum stabil, apalagi dengan isu protes kepada presiden terpilih sekarang karena diduga tersandung masalah korupsi, maka waktu pemulihan Brasil nampaknya masih membutuhkan waktu yang panjang.




Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar