Sabtu, 06 Agustus 2016

To Big To Fail Lion Air

Siapa yang tidak mengenal maskapai yang satu ini. Terkenal dengan low cost carrier-nya dan juga jangkauan rutenya yang luas menjadikan maskapai Lion Air masih menjadi pilihan alternatif transportasi udara.

foto koleksi pribadi

Pangsa pasar yang besar membuat maskapai ini mempunyai daya tawar yang cukup tinggi. Selain itu, kekuatan di pasar juga relatif besar, mengingat pasarnya yang besar karena kebutuhan konsumen yang juga tinggi akan kebutuhan transportasi udara yang relatif murah.

Namun disisi lain ada dilema, karena maskapai ini sering tidak tepat waktu dan sering mendapat teguran bahkan sanksi dari kementrian perhubungan.

Mengutip istilah dari dunia perbankan atau keuangan itu seperti "To Big To Fail". Terlalu besar resikonya jika pemerintah harus menutup atau memberhentikan ijin operasi Lion Air.
Jika sampai diberhentikan, maka akan terjadi lonjakan permintaan penumpang dari yang tadinya menjadi penumpang Lion Air. Ini berarti akan banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan transportasi udara yang terjangkau. Ujungnya akan terjadi kekurangan supply layanan maskapai lcc.

Padahal trend saat ini kebutuhan masih tinggi dan cenderung masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan layanan transportasi udara seiring semakin banyaknya penumpang pesawat udara. Dilema kembali terjadi saat di sisi lain maskapai Lion semakin sering terdengar mengalami keterlambatan bahkan keterlambatan yang parah.

Belakangan yang terjadi adalah maskapai ini dikabarkan memberhentikan 14 pilotnya yang diduga menjadi penyebab delay parah pada minggu 31 Juli yang juga mengakibatkan manajemen maskapai ini dipanggil kementrian perhubungan.Akhirnya pilot bersuara bahwa memang ada ketidakberesan manajemen.

Pilot merasa kurang diperlakukan layaknya pekerja, analoginya adalah pilot-pilot dipekejakan dengan ikatan ketat dan kurang dipenuhi hak-haknya. Di sisi lain kontrak dinilai merugikan pilot karena pinalti jika berhenti sebelum habis masa kontrak denda mencapai miliaran rupiah, bahkan sampi 9 miliar (dari data media online). 

Alhasil banyak internal Lion sendiri yang merasa kurang nyaman dalam bekerja sehingga sering bermasalah dalam operasionalnya. Dan yang tidak kalah penting adalah afiliasi bisnis yang lain, yang berhubungan langsung dengan maskapai ini. terlalu rumit untuk dipikirkan. Tapi semoga akan ada solusi akhir yang bisa mengakhiri kabar-kabar kurang nyaman dari maskapai besar ini.

Tapi kembali lagi, daya tawar Lion yang memiliki pangsa pasar yang relatif besar akan sangat sulit untuk dibekukan. Konsekuensinya adalah penumpang. 





Artikel menarik lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar