Senin, 05 September 2016

Memasuki Era Efisiensi Anggaran, Kemana Anggaran Selama Ini?

Pemotongan anggaran yang dilakukan menkeu Sri Mulyani membuat banyak pihak bertanya-tanya. Selain para anggota DPR, para kepala daerah pun ikut bertanya-tanya.

Penundaan dan pemotongan anggaran ini bukan tanpa alasan. Menkeu memandang anggaran yang selama ini digelontorkan dari pusat ke daerah belum dioptimalkan manfaatnya.

Keputusan pemotongan dan penundaan anggaran ini didasarkan pada saldo pemda yang tinggi, dan serapan anggaran yang rendah. Sehingga menkeu menyimpulkan lebih baik mengurangi porsi anggaran ke daeah daripada membebani APBN di sisi lain dana tidak diserap maksimal untuk pembangunan daerah.

Menkeu mencontohkan kasus buruknya berbagai fasilitas di daerah tejadi selama ini bukan karena kekurangan anggaran, tetapi lebih karena daerah itu sendiri yang kurang mampu menggunakan anggarannya.

Misalnya sekolah yang rusak, lalu dengan alasan kekurangan anggaran maka tidak kunjung diperbaiki. Padahal di daerah itu sendiri dana pemerintah masih banyak yang mengendap di bank.

PERTENTANGAN TERJADI

Tentu saja keputusan ini sedikit banyak ada yang menolak. Alasan utama tentu saja terkait dengan dana daerah yang terbatas sehingga dikawatirkan mengganggu layanan umum daerah terkait gaji pegawai dan sebagainya.

Pertentangan datang dari DPR yang menjadi mitra pemerintah dalam memutuskan anggaran negara. Selain itu juga dari para kepala daerah. Salah satunya gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mengkonfirmasi langsung penundaan dana ke daerah nya. Bahkan beliau mengungkapkan keresahannya di salah satu media online.

Yang menjadi pertanyaan selama ini adalah, jika dana selalu cukup, bahkan sisa dan mengendap di daerah, lalu kenapa pembangunan seakan masih jalan di tempat. Banyak fasilitas umum yang belum berfungsi sebagaimana mestinya, banyak fasilitas umum yang rusak, dan masih banyak lagi fasilitas penunjang masyarakat yang masih perlu diadakan.

Apakah ini karena kinerja daerah yang belum optimal mengelola anggaran, atau anggaan ada, tapi tidak digunakan semestinya?

Entahlah, yang jelas pemerintah sedang mengoreksi sistem yang selama ini berjalan, jika ada yang kurang pas, semoga segera diperbaiki. Intinya bagaimana pun juga, semua harus demi kepentingan rakyat.


Artikel menarik lainnya :

1 komentar:

  1. saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus