Selasa, 11 Oktober 2016

Transisi Berkebalikan Barang Ekonomi dan Non-Ekonomi

Di era persaingan saat ini ada fenomena yang unik. Dimana orang berlomba-lomba agar produk atau jasanya laku dijual, bahkan kalau perlu diskon besar-besaran. Hal ini membuat barang ekonomi (barang yang untuk memperolehnya membutuhkan pengorbanan materi) kini semakin berkurang prosporsi pengorbanan ekonomi untuk memperolehnya.




Di sisi lain, barang publik atau barang umum yang bisa kita peroleh secara cuma-cuma kini mulai nampak ada sedikit pengorbanan, meskipun memang tidak semua, tapi indikasi itu mulai ada.

Transisi

Kenapa transisi? Singkatnya, ada tren peubahan yang dimungkinkan akan terjadi terus menerus dan semakin lebar magnitudonya (selisih/jaraknya).

Bahasa singkatnya, ada tren barang-barang yang tadinya bayar menjadi semakin tidak membayar atau semakin murah, sedangkan di sisi lain, barang yang tadinya bisa didapa dengan cuma-cuma, kini harus membayar untuk memperolehnya.

Apa saja contohnya?

Memang ini hanya pengamatan saya pribadi saja, tapi bisa jadi kalian juga mengalaminya, hanya saja belum menyadarinya.

Misalnya saja, barang yang tadinya mahal, sekarang justru menjadi sangat murah dan bahkan tidak berharga. Sebaliknya, dulu yang kita dapakan gratis dan cuma-cuma, kini harus ada biaya untuk bisa mendapatkannya.

Misalnya SIM-card handphone, dulu sangat mahal, tapi lihatlah sekarang, bahkan hanya dengan lima ibu rupiah saja kia bisa beli. Dan masih banyak contoh yang lain. Salah satunya generasi saat ini yaitu era "diburu informasi" bukan memburu informasi.

Bayangkan dulu untuk membaca berita minimal kita harus membeli koran, atau majalah. Sedangkan era sekarang informasi seakan memburu kita darimana saja dan dengan mudahnya bahkan hampir tanpa biaya. Sekalipun itu online, maka biaya data akses juga tidak seberapa, karena satu paket data yang dipakai dengan semua media online lainnya.

Situs-situs berita bermunculan dengan beraneka macam konten yang memberikan banyak pilihan pada pembacanya.

Mungkin masih banyak hal lain yang intinya, karena persaingan semua menjadi lebih murah dan mudah yang semakin menguntungkan pengguna/konsumen.

Fenomena sebaliknya karena diakibatkan oleh sebab yang sebaliknya adalah fenomena barang non-ekonomi yang semakin menjadi barang ekonomi.

Sebut saja air dan udara. Dulu sekali mungkin air adalah barang yang gratis, tinggal sedot dari sumur dan semua beres. Tapi sekarang seiring dengan bekembangnya waktu, air menjadi barang komoditas yang diperjualbelikan.

Udara yang dulu bisa dinikmati dengan bebasnya sekarangpun pada kondisi tertentu dan mulai terjadi di banyak tempat sudah menjadi barang ekonomi dan memerlukan pengorbanan materi untuk mendapatkannya.

Semua hal ini sudah mulai terjadi, dan seperti sebuah transisi yang berkebalikan. Yang mahal jadi murah, yang murah/gratis menjadi bayar.

Tapi semoga ini bukan transisi, karena jika benar terjadi maka kondisinya akan semakin kacau.


Artikel menarik lainnya :

1 komentar: